Thursday, December 15, 2005

For Sale: DREAMS!

Sudah beberapa kali ini saya membaca novel-novel adik saya, dari mulai kategori teen lit, chick lit, metro lit dan lit-lit lainnya. Meskipun saya menyukai novel-novel itu, namun satu kesimpulan saya, mereka hanya MENJUAL MIMPI!

Garis besar novel-novel tersebut bercerita tentang pencarian pasangan hidup, soulmate, prince charming atau istilah-istilah lainnya. Bagi saya tetap sama, MENJUAL MIMPI dan saya sebagai pembeli dan pembaca novel-novel tersebut menjadi sasaran empuk PEMBELI MIMPI tersebut. Saya dan sejuta orang lainnya terbuai, terbawa mimpi dan mengikuti jejak penulis, seakan sibuk mencari soulmate tersebut dan lebih parahnya, mencoba mencari kesamaan antara diri kita dan tokoh di novel. Hah! So typical! Padahal menurut saya, cerita-cerita tersebut kadang terlalu indah untuk jadi nyata, too good to be true. Mana ada cerita kita bertemu dengan pasangan kita di toko jualan daging, seorang pria yang rela berkorban apa saja untuk kita, orang yg dicintainya sampai seorang pasangan yang menerima kita apa adanya. Indah memang, namun kenyataan tidak semanis itu. Kalau ternyata sampai sekarang kita belum memiliki pasangan atau kita sudah memiliki pasangan namun tidak mencintai kita sebesar Adrian mencintai Arunee dalam novel funny feeling, trus kenapa? Tidak berarti pasangan kita tidak mencintai kita kan, kita memiliki standard kita masing-masing. Seperti saya misalnya, saya tidak mematok pasangan saya harus tampan, pintar, mapan, berpenghasilan besar, mempunyai mata dan senyum mematikan dan kriteria-kriteria lainnya. Mungkin karena saya dididik oleh ibu yang cukup keras. Dan saya rasa, hal-hal fisik seperti itu tidak akan abadi. Karena itulah saya memohon, agar kelak pendamping saya nanti dapat menjadi imam yang baik untuk saya dan keluarga saya kelak, lahir dan batin… Amiin… =)

Begitu juga halnya dengan lagu. Terkadang saya berpikir, lirik lagunya bagus dan “saya sekali” karena cukup menggambarkan suasana hati saya. Penulis-penulis lagu pastilah seorang yang romantis dan berani, karena mau mengungkapkan hatinya dalam sebuah lirik untuk diketahui banyak orang sementara beberapa orang memilih apa yang dia rasakan tetap dia rahasiakan, bahkan untuk orang yang dikasihinya. Gengsi mungkin alasan terbesarnya. Namun tetap saja, lagu itu kadang hanya menjual mimpi. Seperti lirik lagu ini…

I’ll take care of you
Don’t be sad… And don’t be blue…
I am proud to tell the world
You are mine…
I’ve said it before
And I’ll say it once more
You’ll be mine…Until the end of time…

Saya pikir apa benar-benar ada orang seperti itu? Begitu bangga akan kekasihnya hingga ingin mengenalkannya pada seluruh dunia *ok mungkin sedikit berlebihan* dan menjaganya sepenuh hati. Call me cynical and sarcastic, but it’s true, I don’t believe the person mentioned in the song is existed.

But sadly, until now, I still read and heard that kind of song and books. I guess some part of me is denying. I still believe there always be someone out there for everyone =).