Tuesday, March 14, 2006
Horaaaay
Thursday, March 09, 2006
Life's Hard
Maybe deaths are even harder...
I'm not complaining, I am just saying...
Life's hard...
Nobody said it was easy...
But no one ever said it would be so hard..
Oo.. Take me back to the start...
*Sounds familiar huh? Aaarrgghhh!! My mind's playing tricks on me...!!!!*
- 8.28 PM. Still in the office. Life's hard -
Wednesday, March 08, 2006
Something
half conscious
trying to stay awake
and keeping myself sane
there's something wrong
something's missing
i can't figure what that was
and nobody ever tell me
could it be You that I was searching?
could it be Your presence would fill everything?
this loneliness...
darkness..
despair..
clueless...
helpless...
Ooh Dear, where in the world must I go to find You?
Goodbyes
Kemaren malem gue mimpi yang tidak mengenakkan. Dalam mimpi itu gue disuruh, dipaksa, terpaksa berpisah dengan orang yang gue sayang. Tanpa pemberitahuan dulu, tanpa gue sempet mengatakan selamat tinggal. Gue bangun, bengong. Sedih dengan perasaan hampa dan kesepian yang sempet hadir dalam mimpi gue, karena udah kehilangan orang yang gue sayang. Bener kata orang, you don’t know what you got till u loose it...
Gue jadi mikir, selama ini mungkin kita hidup dalam suatu “lingkaran nyaman” yang isinya kita dan orang-orang yang sayang sama kita, orang-orang terdekat kita.
Makanya gue benci perpisahan. Gue benci kehilangan. Gue benci harus keluar dan kehilangan "lingkaran kenyamanan" gue. Gue memilih untuk mempertahankannya. Meski kadang hidup dalam “lingkaran kenyamanan” itu tidak selamanya nyaman, tidak selamanya aman. Banyak rasa dalam hati harus dikorbankan, bahkan diri harus dikorbankan... Tapi gak, mengucapkan Selamat Tinggal bukan pilihan bagi gue... Gue akan coba mempertahankan... Meski gue tau, ada kekuatan besar yang bisa merubah semuanya, mentakdirkan gue untuk kehilangan "lingkaran kenyamanan" gue... Mungkin nanti kalo sampai terjadi, gue bisa pasrah.. Menyerah... Memilih antara bertahan.. atau mati...
Bukan Aku
"Kemanakah kau akan pergi?"
"Aku tidak tahu..."
"Tinggalah disini sebentar lagi... Kumohon..."
"Aku tidak bisa... Maafkan aku...."
"Kau tau
"Aku tidak bisa... Dia telah menungguku..."
"Tundalah kedatanganmu padaNya.... Aku membutuhkanmu... Aku inginkan dirimu disini sayangku..."
"Aku tahu... Tapi aku membutuhkan Dia untuk diriku, untuk hidupku, untuk matiku... Untuk Dialah aku hidup...."
"Jangalah begitu sayangku, aku dapat memberikan apapun yang kamu mau... Kita berdua tau aku dapat memberikan kasih sayang yang dapat kau nikmati.... Seperti yang kau mau..."
"Kau tidak mengenalku jikalau kau berkata seperti itu... Kurasakan sayang yang semu dari dirimu... Bagaimana kau akan memberikan seluruhnya padaku, jikalau kau tidak memiliki satu apapun... Aku inginkan lebih... Aku butuh sesuatu yang pasti, yang dapat meredakan gundah di hati ini... Aku butuh pelindung, aku butuh pegangan hidup, aku butuh tempat untuk bersandar... Aku butuuuh.. Aku butuh Dia...
Maafkan aku namun aku harus meninggalkan ini semua.... Aku harus pergi... Mungkin aku akan kembali padamu, jikalau sekiranya Ia mengijinkanku tuk kembali padamu... Aku harus pergi, ini untuk aku... untuk diriku... Maafkan aku duhai sayangku... Aku yakin, kau akan segera temukan tempat bersandarmu... dan untuk saat ini, itu bukan aku...."